Langsung ke konten utama

Pertumbuhan Ekonomi di Bali

Assalamualaikum wr.wb, selamat pagi/sore/malam, diartikel kali ini yang ingin saya membahas soal Perekonomian di Bali berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari berbagai media massa maupun berbagai website. so check this out!

Jadi, Kinerja pertumbuhan ekonomi Bali pada 2019 diprakirakan akan mengalami akselerasi dengan rentang 6%-6,40%, dengan bidang usaha pariwisata masih menjadi sumber pertumbuhan utama. Pengerjaan beberapa proyek konstruksi dan infrastruktur berupa pembangunan kawasan perkantoran, hotel, bendungan, shortcut jalan (groundbreaking shortcut jalan Mengwitani- Singaraja). Adapula berlanjutnya pengerjaan Benoa Tourism Port dapat mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut.

Seiring dengan itu, dampak lanjutan IMF-WB AM 2018 dan pengembangan pasar-pasar alternatif untuk ekspor barang luar negeri, diharapkan juga menjadi salah satu faktor pendorong kinerja ekonomi Bali 2019.
Menurut Kepala Perwakilan BI Bali Causa Iman Karana, pelaksanaan pemilihan umum legislatif dan presiden juga menjadi faktor pendorong ekonomi Bali 2019.

Adapun inflasi Bali 2019 diprakirakan akan berada dalam kisaran 3,5%±1% (yoy), didukung oleh terjaganya harga komoditas volatile food dan administered prices, ekspektasi inflasi, dan stabilnya nilai tukar rupiah.
Sejalan dengan itu upaya TPID pada tingkat provinsi dan 9 kabupaten dan kota dalam melakukan pengendalian inflasi juga menjadi faktor yang berkontribusi dalam tercapainya sasaran inflasi tersebut.

Adapun prospek perekonomian Bali pada akhir 2018 diprakirakan akan tumbuh dalam kisaran 5,90%-6,30% (yoy), terutama didorong oleh pelaksanaan event IMF-WB AM 2018. Pelaksanaan pertemuan itu diprakirakan akan mendorong akselerasi ekonomi Bali, baik dari sisi pengerjaan infrastruktur maupun perhelatan acara.

Causa menegaskan perekonomian Bali ke depan masih menghadapi berbagai tantangan. Berdasarkan perkembangan industri pariwisata terakhir, besarnya ketergantungan terhadap kedatangan wisatawan ke Bali melalui jalur udara menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Bali.

"Khususnya bila terjadi bencana alam yang mengakibatkan tutupnya operasional bandara seperti 2015 dan 2017," paparnya.

Menurutnya, pengembangan Benoa Tourism Port menjadi hal yang strategis sebagai alternatif pintu masuk ke Bali. Selain itu, rencana pengembangan pelabuhan Celukan Bawang sebagai salah satu pelabuhan penumpang untuk kapal pesiar, juga menjadi alternatif peningkatan akses untuk kunjungan ke Bali.

Tantangan lain yang dihadapi oleh Ekonomi Bali adalah besarnya peran bidang usaha pariwisata terhadap ekonomi Bali. Berdasarkan penghitungan tahun 2017 dengan mengacu kepada Neraca Satelit Pariwisata Nasional (Nesparnas 2017), share bidang usaha pariwisata tercatat 52,99% terhadap ekonomi Bali 2017.

Causa menyatakan kondisi tersebut memunculkan risiko terhadap kontinuitas dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi Bali, terutama bila terjadi bencana yang menghambat akses masuk dan keluar Bali. Pada 2015, saat terjadi bencana Gunung Raung dan Gunung Barujari yang menutup operasional Bandara Ngurah Rai beberapa periode, berdampak ke kinerja ekonomi Bali yang tumbuh melambat menjadi 6,03% (yoy) dari tahun sebelumnya yang sebesar 6,73% (yoy).

Sementara itu, erupsi Gunung Agung pada triwulan IV 2017 yang juga menutup operasional Bandara Ngurah Rai beberapa periode, juga berdampak pada kinerja ekonomi Bali di 2017 yang tumbh 5,59% (yoy), melambat dibanding 2016 yang sebesar 6,32% (yoy). Bahkan terjadinya gempa Lombok pada Agustus 2018 juga berpengaruh terhadap kinerja ekonomi Bali, khususnya di triwulan III 2018.

"Berdampak pada melambatnya kinerja lapangan usaha akomodasi makan dan minum serta transportasi dan pergudangan, padahal triwulan III merupakan periode peakseason pariwisata di Bali," paparnya.


Pada bulan Mei 2019 Kota Denpasar tercatat mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK 2012=100) sebesar 132,68. Tingkat inflasi tahun kalender Mei 2019 tercatat 0,90 persen sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2019 terhadap Mei 2018 atau YoY) tercatat sebesar 2,50 persen.
Lima kelompok pengeluaran tercatat mengalami inflasi (m to m) yaitu kelompok VII (transpor, komunikasi, dan jasa keuangan) sebesar 0,89 persen; kelompok II (makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau) sebesar 0,53 persen, kelompok V (kesehatan) sebesar 0,27 persen; kelompok VI (pendidikan, rekreasi, dan olahraga) sebesar 0,15 persen; serta kelompok III (perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar) sebesar 0,09 persen. Sementara itu, dua kelompok tercatat mengalami deflasi yaitu kelompok I (bahan makanan) sebesar -0,44 persen serta kelompok IV (sandang) sebesar -0,01 persen.
Komoditas yang tercatat memberikan andil atau sumbangan inflasi pada bulan Mei 2019 antara lain: biaya pemeliharaan/ service kendaran; tarif angkutan antar kota; air kemasan, jeruk, pepaya, dan cabai merah.

Dari 82 kota IHK, tercatat 81 kota mengalami inflasi dan 1 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Tual (Maluku) sebesar 2,91 persen sedangkan inflasi terendah tercatat di Kediri (Jawa Timur) sebesar 0,05 persen. Deflasi tercatat di Kota Merauke (Papua) dengan deflasi sebesar -0,49 persen. Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-76 dari 81 kota yang mengalami inflasi.




Pada bulan Juni 2019 Kota Denpasar tercatat mengalami inflasi sebesar 0,04 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK 2012=100) sebesar 132,73. Tingkat inflasi tahun kalender Juni 2019 tercatat 0,94 persen sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2019 terhadap Juni 2018 atau YoY) tercatat sebesar 2,15 persen.

Empat kelompok pengeluaran tercatat mengalami inflasi (m to m) yaitu kelompok IV (sandang) sebesar 0,82 persen; kelompok II (makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau) sebesar 0,26 persen; kelompok V (kesehatan) sebesar 0,13 persen; serta kelompok III (perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar) sebesar 0,08 persen. Sementara itu, tiga kelompok pengeluaran tercatat mengalami deflasi yaitu kelompok I (bahan makanan) sedalam -0,23 persen; kelompok VI ( pendidikan, rekreasi, dan olahraga) sedalam -0,12 persen; serta kelompok VII (transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sedalam -0,10 persen.

Komoditas yang tercatat memberikan andil atau sumbangan inflasi pada bulan Juni 2019 antara lain: cabai merah, ikan tongkol/ambu-ambu, kue basah, apel, jeruk, salak, daging ayam ras, dan baju anak.

Dari 82 kota IHK, tercatat 76 kota mengalami inflasi dan 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Manado (Sulawesi Utara) sebesar 3,60 persen sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Singaraja (Bali) sebesar 0,02 persen. Sementara itu, deflasi terdalam tercatat di Kota Tanjung Pandan (Bangka Belitung) sedalam -0,41 persen sedangkan deflasi terdangkal tercatat di Kota Jayapura (Papua) sebesar -0,08 persen. Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-75 dari 76 kota yang mengalami inflasi. 

 Jadi pertumbuhan ekonomi di Bali kebanyakan didapati dari sektor Pariwisata yang notabene Bali merupakan pulau atau destinasi favorit di Indonesia yang sudah terkenal sampai mancanegara. Tetapi menurut saya sektor pariwisata Bali atau Indonesia akan jarang diminati wisatawan asing karena akan adanya kebijakan yang bulan Agustus nanti akan dikeluarkan oleh Kemenperin berupa pemblokiran Smartphone yang bukan berasal dari negara Indonesia atau biasa disebut HP BM, yang mana akan membuat para wisatawan asing tidak bisa memakai smartphone nya di Indonesia jika kebijakan tersebut dijalankan di Indonesia.

Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf jika ingin berdiskusi ketik saja dikolom komentar. see you fellas!

REFERENSI
https://bali.bisnis.com/read/20181213/538/869350/pertumbuhan-ekonomi-bali-pada-2019-diperkirakan-6 (25/07/2019 pukul 15.42 WIB)
https://bali.bps.go.id/pressrelease/2019/06/10/717209/perkembangan-indeks-harga-konsumen--inflasi-kota-denpasar-mei-2019.html (25/07/2019 17.00 WIB)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendapat Saya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia 1. Mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat yang akan mendukung tumbuhnya sektor-sektor ekonomi potensial. Proyek infrastruktur yang perlu menjadi prioritas antara lain: a. Konektivitas jalan darat yang menghubungkan Utara-Selatan dan Timur-Barat wilayah Jawa Barat antara lain Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Jalan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas), dan Jalur Lintas Pantai Selatan (Pansela), akses jalan kawasan-kawasan industri di Jawa Barat bagian Utara, jalan tol dari Cipali ke Patimban, serta pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road. b. Jalur kereta api double track Bogor-Sukabumi. c. Bandara Internasional Jawa Barat – Kertajati sebagai pusat logistik. d. Pelabuhan Patimban. e. Bandungan/Waduk: Jatigede, Leuwikeris, Kuningan, Karian, dan Sindangheula. f. Ketersediaan air baku untuk air bersih dan air minum melalui opt...
JOINT VENTURE DAN WARALABA Assalamualaikum wr.wb, selamat pagi/sore/malam, topic kali ini yang ingin saya bahas diblog ini tentang JV dan Waralaba,  yeay!  tapi sebelum itu saya ingin berterima kasih kepada dosen saya  Pa Daniel Damaris N S, SE., MMSI  yang sudah memberi saya tugas ini agar saya memahami apa itu JV dan Waralaba , terima kasih banyak pa! APA ITU JOINT VENTURE? Joint Venture adalah : bentuk gabungan dari beberapa perusahaan yang bekerjasama baik perusahaan luar negeri maupun sesama dalam negeri untuk mencapai tujuan bersama. Joint Venture tidak akan terjadi jika tidak ada Joint Venture Agreement. Apa itu Joint Venture Agreement? Kontrak patungan dari beberapa perusahaan yang bekerjasama atau bisa juga disebut suatu perjanjian antara pemilik perusahaan dalam negeri dengan perusahaan asing. Ciri-ciri Joint Venture Perusahaan baru yang didirikan bersama oleh perusahaan yang saling bekerjasama diIndonesia biasanya Joint Venture terjadi ke...

Cara Membuat Mail Merge Melalui Ms.Word dan Ms.Excel

Assalamualaikum wr.wb, selamat pagi/sore/malam, diartikel kali ini yang ingin saya memberi tutorial membuat mailmerge di Ms.Word dan Ms.Excel cek this out! CARA MEMBUAT SURAT UNDANGAN MENGGUNAKAN MAIL MERGE   Buka Ms.Word   Pilih Blank Document lalu enter Lalu akan muncul seperti ini Lalu klik mailing Nanti akan muncul seperti ini 4.        Lalu klik Start mail merge yang ada di toolbars 5.        Lalu klik dan akan muncul seperti ini                                          Kemudian klik Step-by-Step Mail Merge Wizard    alu akan muncul Lalu akan muncul seperti ini  7.        Klik next sampai seperti ini Lalu klik Browse...